|
Ditulis oleh subang online
|
|
Rabu, 19 Agustus 2009 14:17 |
|
Pengangguran di Subang setiap tahun selalu bertambah seiring kelulusan sekolah lanjutan atas. Dari data yang ada, siswa lulusan SLTA yang melanjutkan ke pendidikan tinggi hanya 15%. Artinya, 85% kembali ke masyarakat dan berupaya mencari penghasilan sendiri atau jadi pengangguran karena minimnya lapangan pekerjaan.
Hal tersebut diungkap Bupati Subang, Eep Hidayat melalui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Diperindagsar), H. Oo Irtotolisi, usai melantik pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APindo) Cabang Subang di Aula Ciater Spa, Selasa (11/8).
Jiika kondisi ini tidak segera diantisipasi, kata Oto, maka akan menjadi bom waktu dan memicu munculnya revolusi sosial. Sebab apabila jumlah lulusan SLTA di Subang berjumlah 10.000 siswa, jumlah pengangguran baru diperkirakan mencapai 40.000-50.000/tahun. Karena itu, pihaknya berharap para pengusaha khususnya yang bergerak di bidang padat karya bersedia berinvestasi di Kab. Subang. Selebihnya akan dibina untuk berwirausaha sehingga mereka bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Ketua DPC Apindo Subang, E. Maksudin mengatakan, ia udah sejak lama menjalankan seruan bupati untuk memprioritaskan warga Subang sebagai tenaga kerja di perusahaan yang ada. Namun kebijakan tersebut kadang terbentur sumber daya manusia (SDM) Subang yang belum sepenuhnya siap bekerja. sumber
Trackback(0)
 |